Perawatan Luka Tradisional

Perawatan Luka Tradisional – Penggunaan madu untuk perawatan luka tradisional sudah banyak dilakukan sejak ribuan tahun lalu. Dunia kedokteran moderan saat ini telah banyak membuktikan madu sebagai obat penyembuh luka yang unggul. Sebuah laporan menunjukkan luka yang dibalut dengan madu menutup pada 90% kasus. Pada luka bakar derajat ringan, penyembuhan dengan olesan madu berlangsung lebih cepat. Pasien luka berat yang harus ditransplantasi kulit dipercepat penyembuhannya dengan madu. Beberapa contoh kasus misalnya, seorang pasien dengan luka-luka di kedua kakinya merelakan satu kaki untuk diterapi madu, sedangkan sisi yang laion memakai balutan fibrinosilin dan calcium alginate. Ternyata sis kaki yang dibalut madu lebih cepat membaik. Pasien lain yang mempunyai luka bekas operasi cukup panjang dierapi sebagian dengan balutan standard an sembuh dalam 16 hari, sedangkan yang memakai madu sembuh dalam 8 hari. Demikian pula dengan pasien yang dioperasi saat melahirkan, kelompok yang memakai balutan madu mengalami perawatan lebih cepat yaitu 2-7 hari, sementara luka yang diobati secara standar dirawat lebih lama, yaitu 16 hari.

Perawatan Luka Tradisional

Perawatan Luka Tradisional

Peneitian yang dimuat disebuah jurnal bedah tahun 1991 menunjukkan keunggulan madu sebagai perawatan luka tradisional dibandingkan silver sulfadiazilin untuk luka bakar. Sejumlah 104 wanita dan pria dengan berbagai derajat luka bakar dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan balutan madu dan kelompok kedua dibalut dengan salep silver sulfadiazine.

Perawatan luka tradisional menggunakan madu juga telah diteliti untuk terapi luka infeksi dan sukar sembuh misalnya pada gangrene diabetic, yaitu luka yang terjadi akibat penyakit diabetes melitus. Luka ini biasanya bersifat kronis dan sukar sembuh karena buruknya aliran darah dan persarafan pada penderita diabetes. Madu mempermudah penyembuhan, terbukti dari 143 luka yang bersifat kronis, hanya satu yang gagal sembuh. Luka infeksi yang lain adalag Fourner’s gangrene, suatu radang dilapisan otot, sangat cepat menyebar, dan membuat jaringan tubuh membusuk. Dilaporkan, penyebaran luka ini dapat dihentikan dengan madu. Madu juga cukup aman untuk perawatan luka pada bayi. Ini telah terbukti pada suatu penelitian terhadap 9 bayi dengan luka operasi bernanah dan terinfeksi. Luka tersebut gagal menutup setelah 14 hari. Setelah dibalut dengan olesan madu, bekas sayatan tampak merapat dalam 5 hari. Luka pun menjadi bersih dan steril 21 hari.

Madu merangsang terbentuknya kulit yang baru dan sehat sehingga jarang membuat bekas luka yang jelek. Kandungan madu yang kaya nutrisi membuat pasokan zat-zat yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka selalu cukup. Manfaat lainnya adalah madu dapat mengurangi peradangan yang ditandai dengan berkurangnya nyeri, bengkak dan luka yang mongering. Salah satu penyebabnya karena madu memiliki osmolaritas yang tinggi hingga menyerap air dan memperbaiki sirkulasi serta pertukaran udara di area luka. Selain itu, madu memiliki efek membersihkan. Hal ini dikarenakan madu tidak bersifat lengket pada luka dan jaringan matu turun terangan hingga luka menjadi bersih.

Karena mempunyai bekas luka dengan bekas luka yang berwarna hitam sering membuat kita menjadi merasa kurang percaya diri. Padahal Anda sudah mencoba menggunakan beberapa produk penghilang bekas luka namun hasilnya tetap sama saja dan tidak memuaskan. Namun, cara menghilangkan bekas luka selain dengan menggunakan madu, ada bahan lainnya yang bisa digunakan yakni beberapa bahan alami untuk menghilangkan bekas luka adalah :

  1. Kunyit, yoghurt, dan jus lemon
    Cara membuat ramuan tradisional untuk menghilangkan bekas luka ini adalah ambillah mangkuk kecil dan kemudian tambahkan sekitar 4-5 tetes jus lemon, ½ sdt kunyit dan juga 1 sdt yoghurt. Kemudian campurkanlah bahan lembut dan setelah itu oleskanlah pada bekas luka selama kurang lebih 10 menit. Anda akan merasakan suatu perbedaan dalam beberapa hari pada bekas luka Anda.
  2. Jus  bawang merah
    Menghilangkan bekas luka dengan menggunakan jus bawang merah. Karena jus bawang merah mempunyai sifat anti-inflamasi yang bisa membantu merangsang dari produksi kolagen kulit sehingga mempunyai peran baik untuk mengisi. Karena manfaat dari jus bawang merah ini maka Anda bisa menggunakannya untuk membantu menghilangkan bekas luka. Penggunaan jus bawang merah untuk menghilangkan bekas luka memang membutuhkan waktu yang lebih lama sampai berbulan-bulan. Namun hasil yang didapat cukup memuaskan.
  3. Buah pare
    Menghilangkan bekas luka dengan buah pare, caranya adalah tumbuk dan ambil airnya. Kemudian campuran dari air ini dicampur dengan tepung beras sampai berbentuk krim. Basuhlah bagian bekas luka yang akan dihilangkan dengan menggunakan air hangat. Oleskan dengan cara teratur pada bagian bekas luka. Rammuan ini bisa bermanfaat juga untuk membantu memutihkan wajah serta membantu memutihkan kulit secara alami.

Itulah informasi mengenai cara melakukan perawatan luka tradisional dan cara menghilangkan bekas luka secara tradisional. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Perawatan Luka Tradisional


=====================================

>>> Cara Menghilangkan Bekas Luka di Kaki, Bekas Luka di Wajah, Bekas Luka Lama, Bekas Luka Bakar, Bekas Luka di Kulit, KLIK DISINI!
=====================================


This entry was posted in Bekas Luka and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *